Stories
Do'a dan Semangat Melawan LeukemiaDo'a dan Semangat Melawan Leukemia “Valyas Muxalminan Ni’am Aqsha Yaritsuna Ahmada” adalah nama lengkapku, panggil saja aku Aqsha. Aku lahir di Bandar Lampung 11 Oktober 1999, di bulan Oktober nanti ak... READMORE |
|
More in: Cerita |
Kalender Pendidikan
Kalender Akademik SIT Al-Furqon 2010/201PGIT / TKIT Juli 2010 12 - 30: Masa Orientasi Siswa Agustus 2010 6 : Gardening 17 : Libur HUT RI 16 - 31: Sanlat dan Silaturahmi Idul Fitri September 2010 1 - 9 : Libur Akhir Puasa 10 ... READMORE |
|
More in: Kalender Pendidikan |
Kurs Valuta Asing
Statistics
Members : 5Content : 335
Web Links : 140
Content View Hits : 801695
| MENDIDIK KEPEKAAN FINANSIAL PADA ANAK |
|
|
| Orang Tua | |||
| Thursday, 29 September 2005 23:06 | |||
|
            Salah satu kewajiban penting di bidang pendidikan anak adalah orang tua yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat menghasilkan banyak uang, sehingga anak-anak bisa hidup sejahtera bebas beribadah, dengan tidak lupa menyumbangkan sebagian besar hartanya di jalan Allah.    Kita sebagai orang tua, seringkali kesulitan berbicara kepada anak-anak mengenai seks dan uang. Padahal keduanya merupakan hal penting yang harus dibicarakan secara hati-hati. Sebagai orang tua kita harus mengesampingkan rasa malu atau kurang pengetahuan dan mulai berbicara dengan anak-anak kita. Ini juga mengingat lembaga pendidikan formal sebagian besar hanya mendidik anak di bidang kemampuan membaca, menulis dan berhitung (scholastic education), serta sain dan hukum. Amat sedikit lembaga formal yang mendidik anak dalam hal mengubah uang yang diperoleh dari profesinya nanti menjadi jaminan kesejahteraan hidup dan keamanan financial di masa depan. Pinsip Dasar Mengelola Uang
Anak cerdas tahu bagaimana mengelola uang. Memenuhi kewajiban sebagai orang tua dari anak cerdas, kita dapat mengenalkan 9 prinsip dasar mengelola uang. Pertama, melacak setiap rupiah yang dikeluarkan menggunakan buku catatan kecil. Bila anak kita rajin mencatat pengeluaran yang dilakukannya maka kita menjadi tahu mengenai barang yang sudah dibeli dan berapa besar pengeluaran untuk itu. Dari daftar belanja ternyata kita bisa menemukan antara lain bahwa anak telah membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Ada saja pengeluaran yang sebenarnya bisa dihemat. Karena itu langkah selanjutnya adalah mengelompokkan pengeluaran ke dalam dua jenis : (1) pengeluaran wajib yaitu pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan pokok. Kebutuhan pokok anak-anak sesuai dengan umurnya. Kalau untuk setingkat SD beri tahu tentang kebuhan buku dan alat tulis; (2) pengeluaran rupa-rupa yaitu pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan lainnya. Untuk pembelian makanan ringan dikelompokkan kepada kelompok ini. Beri pengertian kalau memang tidak lapar betul tak perlu jajan dengan makanan yang banyak mengandung bahan-bahan kimia. Selanjutnuya kita dapat mendidik anak mampu membedakan kedua jenis pengeluaran itu dan berusaha untuk mengaturnya secara baik. Kedua, mengetahui jalan mendapatkan uang. Terdapat tiga jalan bagi anak untuk mendapatkan uang. (1) pemberian dari keluarga terutama uang saku; (2) menjual barang (3) dengan bekerja! Ini barangkali jalan paling jelas memperoleh uang. Jika mungkin, anak remaja dapat bekerja paroh waktu atau purna waktu di hari libur. Mengetahui jalan mendapatkan uang menjadi penting karena dengan demikian anak menjadi paham bahwa ternyata uang itu bukan sesuatu yang gratis. Untuk memperolehnya, harus menjual barang atau dengan bekerja. Sedangkan uang saku harus dijelaskan bahwa itu bukan merupakan jalan yang terbaik. Sebab tidak setiap orang tua mampu memnberikan uang saku. Sebagai gambaran terhadap anak untuk mengetahui betapa sulitnya mendapatkan uang dengan bekerja, sekali-kali anak-anak dihari libur diajak berkeliling ketempat pembuangan sampah, melihat lebih dekat para pengangkut sampah dan para pemulung yang sedang mengkais-kais sampah untuk dipilih mana yang layak untuk dijual kembali. Beri pengertian tentang betapa susahnya mendapatkan uang bagi mereka sehingga anak kita akan mengerti untuk belajar lebih giat, agar tak menjadi seperti mereka. Ketiga, memahami aliran kas dan mempu mengendalikannya. Pengertian sederhana aliran kas adalah pergerakan uang. Seperti setoran dan penarikan uang dari bank. Ini berkaitan dengan asal datangnya uang dan kemana uang itu pergi. Kepada anak hendaknya ditegaskan arti pentingnya mengendalikan aliran kas. Mesti diupayakan agar uang masuk senantiasa lebih besar dari pada uang keluar, sehinga ada sisa pendapatan setelah dikurangi pengeluaran. Dana sisa tersebut bisa dibawa umpamanya ke bank syariah untuk ditabung. Keempat, menyusun neraca keuangan pribadi. Yang disebut dengan neraca keuangan pribadi ialah catatan atas dua kelompok uang (1) jenis dan jumlah penerimaan. (2) jenis dan jumlah pengeluaran. Disebut neraca karena diharapkan kedua kelompok itu selalu seimbang jumlahnya. Kelima, masukkan uang untuk tabungan dan sedekah (zakat infaq dan shadaqoh) kedalam kelompok pengeluaran wajib. Bayarlah kewajiban terhadap harta kepada diri sendiri lebih dahulu sebelum membelanjakan uang untuk keperluan lain. Biasakan agar anak senantiasa mendahulukan sebagian uangnya untuk ditabung dan disedekahkan. Kita sebagai orang tua dapat membuat aturan agar uang saku anak dialokasikan ke dalam kategori seperti 10% untuk tabungan, 10% untuk sedekah, 10% untuk investasi dan sisanya baru boleh dibelanjakan. Keenam, punya uang dulu, belanja kemudian. Bila anak kita ingin membeli barang mainan yang mahal, bimbinglah dia untuk menahan diri dan baru membeli setelah cukup tabungannya. Anak hendaknya dibiasakan mampu menunda pengeluaran dan tidak mudah membeli segala sesuatu secara kredit (menyicil) atau berhutang. Yang terbaik, misalnya anak kita ingin membeli sepeda baru, bantulah dia menyusun rencana yang berisi cara menghasilkan uang. Ketujuh, hiduplah dalam batas kemampuan. Membaca kisah para millionaire ternyata ada temuan yang menarik. Rata-rata mereka hidup dalam batas kemampuan. Mereka misalnya lebih suka naik angkutan umum dari pada mobil bagus yang mampu dibelinya. Mereka suka menginap dihotel melati meskipun mampu tidur di hotel bintang lima. Ajarilah agar anak berlatih hidup sederhana dan tidak berlebihan, apalagi di luar kemampuan. Kedelapan, berlatih menanamkan dana atau berinvestasi. Menabung untuk hari depan sejak dini merupakan kebiasaan yang baik. Namun sekedar menabung tidaklah cukup menghasilkan uang yang banyak. Maka ada baiknya dikenalkan kepada anak mengenai investasi. Investasi adalah mengorbankan dana untuk tidak dibelanjakan tapi digunakan untuk membeli asset yang mampu mendatangkan uang ke kantong kita. Misalnya menabung membeli saham, membeli reksadana, menyertakan dana ke dalam bisnis yang menguntungkan (usaha patungan) dan sejenisnya. Belajar investasi sejak dini merupakan modal awal yang cukuup baik dalam membekali anak sehingga mampu memiliki jaminan financial di masa depan. Terakhir, berlatih menghasilkan uang dari kegiatan kewirausahaan. Inginkah anda mempunyai anak yang cerdas dan mempu menjadi orang kaya seperti Bill Gates atau Paul Getty? Didiklah dia sejak dini untuk berwirausaha atau menjadi seorang entrepreneur . memiliki usaha milik sendiri berpotensi lebih besar menjadi orang yang sukses secara financial daripada menjadi karyawan. Pelatihan keuangan terbaik yang bisa anda berikan kepada anak adalah membantunya mengembangkan semangat berwirausaha. Ingat ketika masa muda, Nabi Muhammad saw adalah juga seorang wirausahawan.. --oo0w0r0oo--.
|
|||
| Last Updated on Tuesday, 21 March 2006 19:53 |


