Kurs Valuta Asing
Statistics
Members : 5Content : 337
Web Links : 140
Content View Hits : 811920
| Do'a dan Semangat Melawan Leukemia |
|
|
| Cerita |
| Written by Chikai Putry |
| Tuesday, 03 May 2011 10:42 |
|
Do'a dan Semangat Melawan Leukemia
“Valyas Muxalminan Ni’am Aqsha Yaritsuna Ahmada” adalah nama lengkapku, panggil saja aku Aqsha. Aku lahir di Bandar Lampung 11 Oktober 1999, di bulan Oktober nanti aku akan berulang tahun yang ke 12.Tapi siapa yang menyangka pada saat usiaku 1 tahun 8 bulan aku telah menderita leukemia (kanker darah), kata bunda aku terbilang beruntung karena penyakitku diketahui sejak dini, sehingga harapanku untuk sembuh cukup tinggi. Pada saat itu ingatanku belum bisa merekam dan menceritakan apa yang telah terjadi padaku, tetapi Alhamdulillah dokter yang telah mengobatiku yaitu Prof.Dr.M.Muslichan.SpA(K) dan Dr.Puspita Amalia.SpA(K) serta dokter Hematologi Onkologi menyarankan agar bundaku menulis perkembangan kesehatanku dalam buku berwarna ungu yang berjudul “PRIMBON UNGU”. Sehingga setelah usiaku 4 tahun dan aku bisa membaca dan menulis aku bisa mengetahui apa yang telah terjadi padaku di buku itu, dan aku bisa menceritakan apa yang aku rasakan, dan aku mulai belajar berbagi pengalaman dengan teman-teman yang masih menjalani perawatan kanker maupun yang sehat . Pada saat aku terdeteksi menderita leukemia (kanker darah) betapa sedih ayah bundaku, karena kata orang tuaku pada saat itu aku baru bisa berjalan dan sedang lucu-lucunya, tetapi tiba-tiba saja nafsu makanku berkurang, mukaku pucat, terjadi pendarahan di gusi dan mulut, mataku bengkak, seluruh tubuhku bisulan, batuk pilek berkepanjangan, kakiku bengkak sampai tidak bisa jalan lagi…….itulah sebagian tanda-tanda leukemia yang aku rasakan, tetapi ada juga yang perutnya besar karena kelenjar limpanya sudah bengkak.
Awal cerita ini terjadi pada saat aku dirawat di RS.Advent Lampung dengan kondisi HB(hemoglobin):3 (normalnya HB laki-laki 12), leukosit (sel darah putih) dan trombosit (keping darah) ku di bawah rata rata. Leukemia adalah penyakit dimana sel darah putih memakan sel darah merah, sehingga daya tahan tubuhku menurun dan mudah terserang penyakit. Hingga HB:8 aku baru dipindah ke RS.Cipto Mangun Kusumo Jakarta, disana sistem pengobatannya sesuai dengan protocol pengobatan. Selama 3 tahun, dimana:2 1/2bulan aku harus menjalani pengobatan dan makan lewat sondyer (selang dari hidung sampai tenggorokan) yang diganti setiap 3 hari sekali serta menjalani kemo terapi dan radiasi. Setiap seminggu sekali aku harus kontrol ke Jakarta dari tahun 2001-2004. Karena pengobatanku ini aku juga harus bolak-balik tinggal di Palembang dan di Singapur karena aku masih sangat tergantung pada obat, kemoterapi transfusi darah dan trombosit (darah yang sudah dipisahkan sel darah merah dengan darah putih) Mau tau rasanya teman teman??, ternyata akibat dari kemoterapi dan radiasi sangat berat, malahan lebih berat dari penyakit kanker itu sendiri. Sekujur tubuhku terasa sakit, mual, pusing, sariawan, pegal, emosiku tidak terkontrol, dan kepalaku harus botak. Belum lagi setiap 2 bulan diambil sum-sum nya untuk di periksa sel kanker dalam tubuhku…rasanya sakit sekali, aku selalu didekap bundaku sambil diajak berdzikir Allah Allah dan ber doa “Hasbunallahwani’wakil ni’mal mawla wani’manasir”, terasa aman dan nyaman perasaanku saat itu dengan ridho Allah. Tepat kurang 2 hari pengobatanku aku kambuh(Rellaps) istilah medisnya, sempat 1 minggu di rawat di RS.Charitas Palembang kemudian dirawat lagi di RSCM.Jakarta untuk menjalani kemo dengan resiko tinggi, atau lebih keras lagi pengobatannya. Tadinya aku sempat putus asa begitu juga ayah bundaku. Bersyukur Allah memberikan petunjuk dimana dokternya menyarankan kepada orangtuaku untuk melakukan pencangkokan sum-sum tulang belakang. Lalu operasi pencangkokan itupun dilaksanakan di National University Hospital di Singapura. Syukur Alhamdulillah ditempat ayahku bekerja mensuport dana pengobatanku, dan terutama kakakku tercinta “Rixza” bersedia mendonorkan sum-sumnya. Alhamdulillah berkat doa dan dukungan keluarga, kerabat, teman, sahabat dan tak terlepas lagi dari campur tangan Allah semua operasi dan pelaksanaan transplantasi lancar serta sum-sum tulang belakang kakakku cocok denganku. Aku bersyukur pada Allah dan berterimakasih pada ayah dan bundaku yang terus berjuang untuk kesembuhanku, beruntung aku punya ayah dan bunda yang sabar, tabah, ihklas dan penuh semangat selama pengobatanku di Singapura yang menghabiskan waktu ±2tahun. Dengan berbagai cobaan dan ujian yang berat lagi dengan perjuangan yang cukup besar dan melelahkan akhirnya tahun 2008 aku dinyatakan sembuh. Betapa bahagianya hatiku berkat ridho Allah aku dapat melalui masa paling menakutkan dan menyeramkan itu secara tidak sadar rasa semangat hidup menjadi obat mujarab dalam kesembuhanku sehingga aku bisa beraktifitas seperti biasa tanpa memakai masker. Itulah suka duka kisahku ini. Ya allah semangat hidup ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi teman temanku yang sedang berjuang melawan kanker seperti Vino yang saat ini bersekolah di TK Al-Furqon yang sedang berobat di Jakarta. Tetaplah berdoa, bersabar, berpikir positif dan yakinlah Allah akan menyembuhkan kalian, setiap masalah ada jalan keluarnya begitu juga dengan penyakit pasti ada obatnya. Untuk temanku yang sehat jaga kesehatan sejak dini (hindari makanan cepat saji yang mengandung pengawet, pewarna dan bahan penyedap rasa) Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, tentunya selagi kita mau berusaha keras Allah pasti akan menolong. Semoga bermanfaat Wassalamualaikum TERIMAKASIH AL-FURQON KENANGAN AQSHA……….. ![]() Aqsha lagi perawatan & Kemoterapi untuk melawan penyakit Leukemia (Kanker Darah). Rambutku rontok, mulutku sariawan!! Yuk…teman-teman kita jaga kesehatan dan pola makan sehat tanpa pengawet, pewarna dan penyedap (MSG=Monosodium Glutamate) yang merangsang sakit kanker. ![]() SSSStttt…… itu ka’ Rixza (baju kaos bergaris, celana merah) yang mendonorkan sum-sum tulang belakangnya untuk kesembuhan Aqsha). Syukur Alhamdulillah….Dengan ridho Allah, do’a, semangat, kasih sayang orang tua dan keluarga dengan ikhlas mendampingi Aqsha selama 8 tahun melawan kanker. ![]() Hai teman-teman...!!! Ini adik Vino. Siswa TKIT Al-Furqon Little Ant. Sekarang Vino lagi perawatan dan Subhanallah Luar biasa…, daya tahan tubuhnya Ok. Lihat saja rambutnya tidak rontok. Terimakasih teman atas do’a dan perhatiannya….. ![]() Dengan semangat adik Vino mengikuti manasik Haji. Do’a dan semangat hidupnya untuk berprestasi. ![]() Inilah keluarga besar adik Vino yang dengan ikhlas, sabar, kasih sayang dari Ayah bundanya dan Opa Oma nya Vino.. Terimakasih. |
| Last Updated on Thursday, 05 May 2011 08:16 |








