Kurs Valuta Asing
Statistics
Members : 5Content : 335
Web Links : 140
Content View Hits : 801661
| Memangnya Sains Itu Serius? |
|
|
| Siswa |
| Wednesday, 21 December 2005 17:03 |
|
       SEORANG anak kelas VI sekolah dasar memasang botol plastik yang telah dibelah dua di atas mobil-mobilan Tamiya tanpa bodi. Di dalam botol ia masukkan balon berisi air, sambil tangannya terus menjepit leher balon agar air tidak tumpah sebelum waktunya. Kemudian jepitan ia lepaskan. Air mengucur deras ke belakang, dan mobil-mobilan meluncur ke depan. Anak itu gembira. Betul-betul gembira. Beberapa temannya yang menyaksikan bertepuk tangan. EKSPERIMENNYA itu kemudian diikutkan pada suatu lomba. Sang juri bertanya, "Percobaanmu itu apa gunanya?"Sedikit tergagap si anak menjawab, "Ini bukti air sebagai sumber energi." Juri mengangguk-angguk. Tak ada pertanyaan lagi sesudah itu. Habis. Tak ada tawa. Beda sungguh dengan ketika pertama kali hasil eksperimen itu diperagakan di hadapan teman-temannya. Entah karena jawaban tersebut, entah karena hasil eksperimen itu kalah menarik dibandingkan dengan eksperimen karya peserta lainnya, walhasil anak itu tidak menang.        Akan tetapi bukan itu yang penting. Saya bayangkan kalau saya juri, tak akan saya tanya manfaatnya. Saya akan bertanya bagaimana ceritanya ia mendapat ide seperti itu? Bagaimana perasaannya menemukan mainan sederhana itu? Bukan kebetulan, saya tahu kisah bagaimana eksperimen itu dimulai. Anak itu terinspirasi oleh eksperimen temannya yang gagal meluncurkan mobil dengan udara. Digabung dengan hasil main-mainnya dengan balon berisi air, jadilah mobil bertenaga air. Boleh jadi yang seperti itu pernah dilakukan di belahan bumi yang lain. Bukan sesuatu yang baru. Akan tetapi, bagi si anak, tetap saja baru. Sumber : A Muzi Marpaung Pengasuh Klub Sains Lima |
| Last Updated on Tuesday, 21 March 2006 19:49 |


