Kurs Valuta Asing

Konversi 

ke

  

Statistics

Members : 5
Content : 335
Web Links : 140
Content View Hits : 801628
Puasa penuh Keprihatinan Print E-mail
Guru
Friday, 29 September 2006 19:32

 

Jam 7 malam semua kaum muslimin dan muslimat berduyun-duyun menuju ke masjid untuk melakukan sholat tarawih yang pertama pada bulan ini. Mereka layaknya orang yang merindukan sebuah pertemuan langka. Pertemuan dengan sholat tarawih. Sholatpun dilaksanakan, kaum muslimin dan muslimat siap-siap untuk melakukan sahur, semua persediaan telah disiapkan sejak siang tadi, dan terkadang persiapan itu telah direncanakan beberapa hari yang lalu. Pada hari pertama sahur pakai makanan apa, pakai ayam, ikan, udang, telor atau pakai daging. Sayurnya pakai sayur kuah atau sayur lalapan. Untuk berbukanya pakai kolak, pempek, lakso, burgo, buah-buahan, sirup dan lain-lain. Pilihan-pilihan tersebut telah menjadi anggaran yang telah dipersiapkan dengan matang.  

 

Bila kita lihat televisi, berita yang masih sering kita dengar sekarang dan masih akrab ditelinga kita, Lumpur Lapindo menenggelamkan beberapa desa di Surabaya. Beribu-ribu jiwa yang terlantar, mereka hidup dengan penuh keprihatinan, tinggal dijembatan  dan tinggal dijalan-jalan. Jangankan untuk memikirkan makanan apa yang akan mereka makan untuk sahur nanti, makanan untuk berbukapun belum tentu mereka dapatkan, mereka hanya mengharapkan bantuan dari pihak Lapindo, untuk buka dan sahur. Mau enak, mau selera atau tidak, dalam benak mereka hanya satu saya harus makan ini atau saya tidak puasa besok.

 

Kita lupakan dan tidak perlu memperpanjang cerita tentang derita masyarakat di Surabaya. Kita perhatikan tetangga kita, apa masih ada yang merasa susah untuk mendapatkan makanan berbuka dan sahur. Bila ada apa yang harus kita lakukan saat ini, karena sesungguhnya pada lubuk hatinya yang paling dalam mereka ingin melakukan puasa dengan sempurna dan penuh kekhusukan.

 

Bila kita belum mampu membantu mereka dengan sedikit materi, maka langkah yang harus kita lakukan adalah ikut merasakan kesusahan mereka dengan cara menghemat pengeluaran yang akan kita pergunakan membeli keperluan untuk berbuka dan sahur. Ingatlah sesungguhnya hal yang mubazir adalah perbuatan syetan. Tidak mungkin untuk berbuka kita membutuhkan sampai bermacam-macam makanan, kolak, pempek, lakso, tekwan, srikaya, sirup, dan lain-lain. Belilah makanan yang benar-benar bermanfaat dan memiliki nilai kekuatan bagi kita, agar ibadah sholat tarawih kita dapat dilaksanakan dengan khusyuk. 

 

 

Last Updated on Friday, 29 September 2006 19:36
 
We have 6 guests online

Parent Articles

Istighfar dan Taubat sebagai pembuka pintu rizki Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian ... READMORE

More in: Orang Tua

Teacher Articles

Created By. Mukarrom, M.Pd.I Seperti biasanya, setiap subuh selalu ada tausiyah agama yang disampaikan oleh ustadz-ustadz di sebuah stasiun televisi swasta, ... READMORE

More in: Guru

Extrakurikuler

Setelah mengikuti English Spelling Contest di IGM, kali ini siswa siswi SDIT Alfurqon ikutan English Written Competition yang diadakan oleh ... READMORE

More in: Extrakurikuler