Kurs Valuta Asing

Konversi 

ke

  

Statistics

Members : 5
Content : 335
Web Links : 140
Content View Hits : 801680
Menumbuhkan minat membaca anak Print E-mail
Guru
Wednesday, 11 April 2007 15:49

Pada suatu kesempatan saya melihat iklan di televisi yang disampaikan oleh Tantowi Yahya, yang mengatakan “membaca adalah salah satu syarat menjadi orang pintar, karena dengan membaca kita dapat mengetahui berbagai macam informasi”. 

Pada suatu kesempatan saya melihat iklan di televisi yang disampaikan oleh Tantowi Yahya, yang mengatakan “membaca adalah salah satu syarat menjadi orang pintar, karena dengan membaca kita dapat mengetahui berbagai macam informasi”.  Sayapun mencoba merenungkan bagaimana cara menumbuhkan minat membaca pada diri saya sendiri, saya mencoba mengatur waktu membaca dengan membuat jadwal kegiatan sehari-hari saya. Hari pertama, alhamdulillah berhasil, hari kedua alhamdulilah berhasil juga, namun pada hari ketiga saya tidak menyentuh buku apapun. Sifat malas saya mulai berkembang kembali menutupi semangat yang telah saya tanamkan pada diri saya setelah mendengar dan melihat iklan pada saat itu.

Para ulama sepakat bahwa kehidupan seseorang itu dapat dibagi menjadi beberapa fase sebagai berikut :

1.      Dari mulai lahir sampai usia ua tahun, disebut fase persiapan.

2.      Dari usia dua tahun sampai usia enam tahun, disebut fase permulaan anak-anak.

3.      Dari usia enam tahun sampai usia dua belas tahun, isebut fase paripurna anak-anak.

4.      Dari usia dua belas tahun sampai usia lima belas tahun, disebut fase permulaan remaja.

5.      Dari usia lima belas tahun sampai usia delapan belas tahun, disebut fase pertengahan remaja.

6.      Dari usia delapan belas tahun sampai usia dua puluh tahun, disebut fase paripurna remaja.

7.      Dari usia dua puluh tahun sampai usia tiga puluh tahun, disebut fase kematangan dan pemuda.

8.      Dari usia tiga puluh tahun sampai usia enam puluh tahun, disebut fase pertengahan usia atau kejantanan.

9.      dari usia enam puluh tahun sampai selanjutnya, disebut fase lanjut usia (Syaikh M. Jamaluddin mahfuzh, 2001)

fase emas bagi pembentukan dan pembinaan kepribadian terletak pada fase anak-anak dan remaja. Bila saat ini saya telah berumur lebih dari 20 tahun maka saya telah melewati fase tersebut. Dalam istilah yang digunakan oleh Syaikh Muhammad Mutawalli Sya’rawi (dalam Syaikh M. Jamaluddin mahfuzh, 2001) saya harus “diobati” bukan dididik untuk terbiasa dalam membaca dengan membuat jadwal kegiatan, karena pada fase tersebut “penyakit-penyakit” mulai mengalami tahap yang tidak bisa ditanggulangi atau telah mendarah daging. Pada fase ini saya harus melakukan pengobatan-pengobatan yang berkesinambungan dan sudah pasti memerlukan waktu yang panjang untuk mengobatinya.

Pada saat saya sedang melakukan pengobatan pada “penyakit” yang sedang saya alami, salah satu teman saya mendiskusikan masalah anaknya yang sulit untuk belajar di rumah. Bila ia telah sampai di rumah dia langsung main dengan teman-temannya, dia mau belajar bila ada tugas yang diberikan oleh guru. Dia berkeinginan agar anaknya dapat menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya, meskipun hanya sebentar, dia ingin anaknya bisa terbiasa membaca di rumah. Buku cerita, buku pelajaran, majalah, koran, dan bacaan-bacaan lain.

Setelah kami melakukan diskusi mengenai problem anaknya, sayapun mulai berpikir tentang “penyakit” yang ada pada diri saya. Agar penyakit itu tidak menjangkiti murid-murid saya, maka saya mencoba dengan membiasakan murid saya untuk membaca setiap setelah belajar di sekolah, dengan menyediakan perpusakaan di kelas, karena, bila koleksi buku ada di luar kelas siswa beralasan jauh, malas dan memerlukan waktu untuk mencapai tempat tersebut. Tentu untuk melengkapi perpustakaan kelas saya meminta siswa untuk membawa buku, baik buku cerita, majalah, dan artikel, buku-buku tersebut akan dikembalikan ke anak setiap satu bulan sekali dan harus diganti dengan yang baru. Pada waktu awal penerapannya, anak-anak selalu mengeluh, karena waktu mainnya berkurang, selain itu wali murid ada yang keberatan untuk membawakan buku cerita, dengan alasan di sekolah telah ada perpustakaan. Namun, alhamdulillah perkembangannya cukup signifikan, anak-anak mulai terbiasa dengan membaca, meskipun tanpa disuruh. Bila ada waktu luang anak-anak suka membuka loker tempat menyimpan buku. Semoga dengan pembiasaan yang telah tertanam dari kecil anak-anak akan tidak sungkan lagi untuk meluangkan waktunya untuk membaca.

 

 

 
We have 10 guests online

Parent Articles

Istighfar dan Taubat sebagai pembuka pintu rizki Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian ... READMORE

More in: Orang Tua

Teacher Articles

Created By. Mukarrom, M.Pd.I Seperti biasanya, setiap subuh selalu ada tausiyah agama yang disampaikan oleh ustadz-ustadz di sebuah stasiun televisi swasta, ... READMORE

More in: Guru

Extrakurikuler

Setelah mengikuti English Spelling Contest di IGM, kali ini siswa siswi SDIT Alfurqon ikutan English Written Competition yang diadakan oleh ... READMORE

More in: Extrakurikuler