Kurs Valuta Asing
Statistics
Members : 5Content : 335
Web Links : 140
Content View Hits : 801711
| Mengabaikan dan menolak perasaan anak |
|
|
| Guru |
| Written by myd |
| Tuesday, 15 April 2008 20:32 |
|
     Orang tua yang mendambakan anaknya sempurna, tanpa disadari justru bisa bersikap mengabaikan atau meremehkan perasaan anak. Saat anak sedih, orang tua menganggap anak cengeng. Seakan anak tidak boleh bersedih dan tidak punya alasan untuk sedih( orang tua telah mengabaikan perasaan anak).     Orang tua yang mendambakan anaknya sempurna, tanpa disadari justru bisa bersikap mengabaikan atau meremehkan perasaan anak. Saat anak sedih, orang tua menganggap anak cengeng. Seakan anak tidak boleh bersedih dan tidak punya alasan untuk sedih( orang tua telah mengabaikan perasaan anak). Saat anak marah, orang tu menganggap anak rewel, nakal, suka melawan, keras kepala atau tidak sopan. Seakan seorang anak harus selalu gembira dan tidak punya alasan untuk marah. Bahkan ada pula orang tua yang menghukum jika anak menunjukkan kemarahan. Â
    Seharusnya orang tua mengajarkan   anak untuk mengenal perasaan negatif  yang dirasakannya, serta tahu bagaimana mengungkapkan dan mengatasinya dengan baik. Sikap orang tua yang mengabaikan atau menolak emosi anak akan membuat anak meyakini bahwa persaan yang dialaminya itu salah dan tidak sepantasnya diungkapkan. Akibatnya anak mengalami kesulitan dalam memahami dan mengendalikan perasaan mereka sendiri. Ketrampilan anak dalam mengelola emosi akan menjadikannya terampil berhubungan dengan orang lain. Ketrampilan yang sangat penting dalam pergaulan. Anak yang terampil mengelola emosi umumnya memiliki harga diri (self esteem) yang tinggi dan terampil memecahkan masalah. Sumber : Juliska Gracinia |
| Last Updated on Tuesday, 15 April 2008 20:57 |


