Kurs Valuta Asing

Konversi 

ke

  

Statistics

Members : 5
Content : 311
Web Links : 140
Content View Hits : 390391
Profesionalisme Guru (bag 2) Print E-mail
Guru
Written by adm02   
Saturday, 07 November 2009 08:35
Indikator Profesionalisme Mengajar Guru

Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui profesionalisme guru dalam mengajar antara lain adalah sebagai berikut (Wardani, dkk., 1996).

1. Keterampilan Bertanya Dasar dengan indikator.
Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat.
Pemberian acuan (bahan referensi).
Pemusatan perhatian siswa.
Pemindahan giliran.
Penyebaran: (1) pertanyaan ke seluruh kelas, (2) pertanyaan ke siswa tertentu, dan (3) pertanyaan menyebarkan respons siswa.
Pemberian waktu berpikir.
Pemberian tuntunan: (a) pengungkapan pertanyaan dengan cara lain, mengajukan pertanyaan lain yang lebih sederhana, dan mengulangi penjelasan-penjelasan sebelumnya.
2. Keterampilan Bertanya Lanjut.
Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan: (1) ingatan, (2) pemahaman, (3) penerapan, (4) analisis, (5) sintesis, dan (6) evaluasi.
Urutan pertanyaan
Petanyaan pelacak: (1) klasifikasi, (2) pemberian alasan,(3) kesepakatan pandangan, (4) ketepatan, (5) relevan, (6) contoh, dan (7) jawaban kompleks.
Mendorong interaksi antar siswa.

3. Keterampilan Memberi Penguatan
Penguatan verbal: (1) kata-kata dan (2) kalimat.
Penguatan nonverbal: (1) penguatan berupa mimik dan gerakan badan, (2) penguatan dengan cara mendekati, (3) penguatan dengan sentuhan, (4) penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, (5) penguatan berupasimbul atau benda, dan (6) penguatan penuh dan tidak penuh.
Cara Penggunaan Penguatan: (1) penguatan kepada sekelompok siswa, (2) penguatan kepada siswa tertentu, (3) pemberian penguatan dengan segera, dan (4) variasi dalam penguatan.
Prinsip Penggunaan Penguatan: (1) kehangatan dan keantusiasan,(2) kebermaknaan, dan (3) menghidari respons yang negatif.

4. Keterampilan Menjelaskan
Kejelasan: (1) guru menyadari adanya keterbatasan perbendaharaan kata-kata dan ungkapan yang dimiliki siswa sehingga guru tidakmenggunakan kalimat berbelit-belit, dan (2) guru menghindari penggunaan kata-kata yang tidak dipahami siswa.
Penggunaan Contoh dan Ilustrasi: (1) guru memberikan contoh yang cukup untuk menanmkan pengertian dalam penjelasannya, (2) guru menggunakan contoh-contoh yang relevan dengan sifat-sifat dari penjelasan itu, dan (3) contoh yang digunakan guru sesuai dengan usia,pengetahuan, dan latar belakang siswa.
Pengorganisasian: (1) guru menunjukkan dengan jelas pola atau struktur sajian, khusunya hubungan antara contoh-contoh dan generalisasi (hukum, rumus), dan (2) guru memberikan ikhtisar butir-butir yang penting baik selama pelajaran maupun pada akhir pelajaran, dan bila perlu memberikan penjabaran tambahan.
Penekanan: (1) guru mrngadakan variasi suara dalam memberikan penekanan pada hal-hal penting dalam penjelasannya, (2) butir-butir penting dalam penjelasan diberi tekanan dengan cara mengulanginya,mengatakan dalamkalimat lain, atau menyebutkan satu-satu demi satu. Misalnya: 1…… 2. ….. 3………. dan seterusnya, (3) penekanan yang berbeda diberi pula dengan mimik, isyarat, ataupun dengan gerakan selama pembelajaran berlangsung, dan (4) pemberian tekanan yang diberikan dengan menggunakan gambar-gambar,demonstrasi, atau benda sebenarnya.
Umpan Balik: (1) guru mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman, minat, atau sikap siswa tentang relevansi atau kegunaan penjelasan tersebut, dan (2) guru menggunakan umpan balik itu untuk menyesuaikan ketetapan atau mengubah maksud penjelasan itu.

5. Keterampilan Menggunakan Variasi
Guru menggunakan berbagai variasi metode mengajar dengan tepat.
Guru terampil menggunakan metode mengajar tersebut.
Guru menggunakan berbagai variasi media mengajar dengan tepat.
Guru terampil menggunakan media mengajar tersebut.

6. Keterampilan Mengaja
Manfaat pengalaman mengajar untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru yang bersangkutan.
Relevansi pengalaman mengajar dengan dengan tugas mengajar.
Tingkat pemahaman terhadap teori belajar mengajar.
Relevansi materi dengan standar isi.
Relevansi materi dengan KTSP.
Alokasi waktu mengajar.
Alokasi waktu untuk mendiskusikan hasil pengamatan dengan supervisor (kepala sekolah).
Kualitas bimbingan supervisor (kepala sekolah).
Ketersedian fasilitas di kelas.
Ketersediaan media mengajar.
Inovasi pembelajaran.
Kesulitan-kesulitan mengajar.
Pemecahan masalah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan mengajar tersebut. Hal-hal yang diobservasi ketika guru mengajar antara lain adalah: (1) pendahuluan, (2) penyajian materi, (3) pemberian contoh, (4) penggunaan media/metode yang tepat dan variatif, (5) usaha memotivasi atau mengaktifkan siswa, (6) cara mengatur kelas atau manajemen kelas, (7) ketepatan waktu (mulai dan selesai) mengajar, (8) cara mengevaluasi hasil belajar, dan (9) cara menyimpulkan dan menutup pelajaran. Untuk memilih metode mengajar yang tepat harus disesuaikan dengan factor-faktor yang mempengaruhinya seperti: (1) tujuan pembelajaran, tingkat kematangan siswa,(3) situasi kelas, (4) fasilitas sekolah, dan (5) kemampuan guru (Jamarah & Aswar Zaini, 2002).

7. Keterampilan Membuat Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP).
Memadai dengan standar kompetensi.
Konsistensi pokok bahasan dengan kompetensi lulusan.
Memadai estimasi waktu.
Memadai referensi.

8. Keterampilan Membuat Satuan Acara Pembelajaran (SAP)
Memadai standar kompetensi.
Memadai tahap kegiatan.
K$onsistensi penyajian dengan kompetensi.
Memadai penyajian.
Memadai kegiatan siswa dengan guru.
Kesuaian media.
Keseuaian metode.
Memadai alat evaluasi.
Memadai penyelenggaraan evaluasi hasil belajar.
 
We have 12 guests online

Parent Articles

Istighfar dan Taubat sebagai pembuka pintu rizki Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian ... READMORE

More in: Orang Tua

Teacher Articles

Trik menghadapi Ujian Tidak terasa Tes Hasil Belajar (THB) kedua telah di depan mata. Saatnya ananda mengingat kembali pelajaran yang ananda pe... READMORE

More in: Guru

Extrakurikuler

Setelah mengikuti English Spelling Contest di IGM, kali ini siswa siswi SDIT Alfurqon ikutan English Written Competition yang diadakan oleh ... READMORE

More in: Extrakurikuler