Kurs Valuta Asing

Konversi 

ke

  

Statistics

Members : 6
Content : 342
Web Links : 140
Content View Hits : 876995
Inspirasi Thomas Alva Edison Print E-mail
Guru
Written by Chikai Putry   
Tuesday, 25 January 2011 12:36

Created by. Mukarrom, M.Pd.I

 

Inspirasi Thomas Alva Edison

Sebagai sebuah keluarga baru tentu menginginkan penerus yang dapat melanjutkan garis keturunannya dan mampu menjadi seorang yang sukses dunia dan akhirat. Beragam usaha dilakukan sejak sebelum hamil, saat hamil hingga setelah melahirkan. Untuk mencapai keinginan tersebut beberapa cara dilakukan untuk mewujudkan semua itu. Memberikan multivitamin yang terbaik si cabang bayi ketika kecil, mendengarkan music-musik klasik pada si bayi dan tidak ketinggalan multivitamin terbaik juga bagi si ibu yang mengandung, membatasi kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat, menjauhi makanan yang dilarang oleh dokter dan terkadang ada beberapa ibu yang melakukan beberapa ritual yang diluar kelaziman (tidak masuk akal). Setelah bayi lahir, usaha yang dilakukan semakin bervariasi, pemberian susu yang terbaik dan makanan yang bergizipun dilakukan. Usaha-usaha yang dilakukan tersebut tidak lain tujuannya agar si cabang bayi mampu mewujudkan cita-cita orang tuanya.

Namun setelah anak tersebut memasuki bangku sekolah, PAUD, dilanjutkan ke TK dan SD, angan-angan yang telah diimpikanpun sirna, anak harapan hilang, yang ada hanyalah seorang anak yang bermasalah di sekolah, anak yang tidak bisa diatur dan anak yang terbelakang. Materi yang disampaikan oleh guru tidak dapat diikutinya, terkadang dia menjadi biang keributan di sekolah. Nilai yang diperolehpun di bawah standar yang diinginkan oleh guru. Beberapa pasangan yang mendapatkan kenyataan tersebutpun terkadang stress dan putus asa dengan kenyataa tersebut, sehingga bukan membuat besar hati si anak, namun menjadikan anak semakin terkucil dan merasa tersisih dengan kenyataan tersebut.

Berkaca dengan fenomena tersebut, maka kita akan mengingat sebuah kisah seorang ilmuwan yang menghasilkan 1.039 hak paten atas penemuannya. Dialah Thomas Alva Edison. Dia dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Tahun 1954 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri Edison di rumah. Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah Edison termasuk murid yang sering tertinggal dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat.

Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, "Grand Trunk Railway", untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

Thomas bukanlah seorang anak yang dianggap pintar ketika kecil, diapun telah terbuang dari sekolah tempat dia menempa ilmu. Namun ada beberapa hal yang menjadikan dia menjadi seorang anak pujaan, harapan dan dambaan bagi setiap orang tua serta dikenang hingga sekarang atas semua penemuannya yang bermanfaat bagi kehidupan, yaitu

1. Orang tua, orang tua yang terbaik, adalah orang tua yang mampu menjadi teman bagi si anak, bukan menjadi seorang bos, menyerahkan semua perkembangan intelektual si anak pada sekolah dan gurunya. Meluangkan waktu untuk memberikan pendidikan pada anak sangat lebih baik jika dilakukan oleh orang tua sendiri, bukan orang lain, hal itu yang telah dilakukan oleh ibu Thomas yang rela meluangkan waktunya untuk mendidik anaknya sendiri yang telah terbuang dari sekolahnya.

Semua orang tua bisa melakukan hal tersebut, meskipun tidak berprofesi sebagai guru, karena kemampuan itu bisa timbul jika orang tua sadar bahwa di adalah orang tua, bertanggung jawab terhadap masa depan anaknya, bukan orang tua yang masih setengah sadar dengan posisinya, memenuhi kebutuhan anak melalui perantara orang lain. Berbagai informasi cara mendidik anak sekarang suah cukup banyak dijumpai, baik dari internet, televise, Koran dan lain sebagainya, toh orang tua dulu yang masih buta huruf, tidak mengenyam pendidikan dan buta informasi mampu membimbing anak-anaknya menjadi orang berhasil dikemudian hari.

Selain harus menjadi sahabat, orang tuapun harus mampu menjadi motivator bagi anaknya, sehingga ketika anak dalam keadaan terkucil dari temannya, semangat yang muncul dari orang tua sangat baik untuk menepis semua hinaan dari teman-temannya dan rasa minder si anak. Tumbuhkan rasa percaya didi pada si anak, bahwa tidak ada anak yang bodoh tetapi anak pemalas banyak, sehingga dengan keterbatasan kemampuannnya, jika ia akan terus berusaha, lama-kelamaan akan berhasil juga seperti yang telah dilakukan oleh Thomas Alva Edison.

2. Pemilihan tempat pendidikan, tentunya lingkungan juga termasuk bagian yang sangat berpengaruh pada pembentukan prilaku anak, karena anak laksana sebuah cangkir kososng yang ingin diisi dan sangaat mudah untuk di isi, mudah untuk mengingat sebuah perilaku, perkataan yang terlontar dari lingkungan, untuk itulah carilah lingkungan yang kondusif untuk pergaulan anak

3. Berdoa, semua makhluk hidup di muka bumi ini dimiliki oleh penciptanya, yaitu Allah, apa yang telah diciptakannya tentu telah pertimbangkannya baik buruknya, hanya orang-orang yang berakallah yang mampu membaca rahasia tersebut. Semua ketentuan yang telah diturunkan oleh Allah harus kita hadapi dengan hati yang ikhlas dan sabar, karena yaqinlah pasti setiap kesulitan akan datang kemudahan, setelah gelap pasti datanglah terang.

Dengan adanya kisah Thomas Alva Edison ini, semoga menjadi pembuka kunci kegundahan yang ada pada orang tua yang memiliki anak yang "istimewa". Teruslah berusaha jangan menyerah, mengeluh dan putus asa.

Last Updated on Monday, 14 February 2011 07:33
 
We have 9 guests online

Parent Articles

Istighfar dan Taubat sebagai pembuka pintu rizki Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian ... READMORE

More in: Orang Tua

Teacher Articles

GURU DAN MURID YANG BERPRESTASI Alhamdulillah, salah satu guru SIT Al-Furqon yakni Ustad Topan Saputra, S.Pd.I, berhasil menyabet gelar sebagai ... READMORE

More in: Guru

Extrakurikuler

Setelah mengikuti English Spelling Contest di IGM, kali ini siswa siswi SDIT Alfurqon ikutan English Written Competition yang diadakan oleh ... READMORE

More in: Extrakurikuler