Kurs Valuta Asing

Konversi 

ke

  

Statistics

Members : 5
Content : 337
Web Links : 140
Content View Hits : 811918
Belajar di Asrama Print E-mail
Guru
Written by Chikai Putry   
Thursday, 31 March 2011 14:38

Created By. Mukarrom, M.Pd.I

Seperti biasanya, setiap subuh selalu ada tausiyah agama yang disampaikan oleh ustadz-ustadz di sebuah stasiun televisi swasta, pada hari rabu kemarin merupakan jadwal tausiyah ustadz Yusuf Mansyur. Tema tausiyah yang disampaikan pada hari itu, sama seperti tema yang disampaikan pada tausiyahnya hari-hari sebelumnya, yaitu balasan yang diperoleh setelah bersedekah dengan ikhlas kepada Allah. Namun pada hari rabu kemarin, ada hal yang cukup menarik yang ingin saya bagi dengan bapak dan ibu yang telah menjadi orang tua dan bingung mau diarahkan kemana pendidikan si anak kedepan.

 

Di tengah-tengah tausiyah, ustadz Yusuf Mansyur mengenalkan beberapa murid yang belajar di pesantrennya. Satu persatu dari enam santri perempuannya memperkenalkan namanya dan asalnya, ketika santriwati yang terakhir selesai memperkenalkan dirinya, Ustadz Yusuf Mansyur ikut juga memperkenalkan si anak, Orang tua anak tersebut adalah seorang pengusaha property di Bali, tidak tanggung-tanggung, property yang dimiliki adalah sebuah pulau wisata, dengan fasilitas penginapan dan beberapa fasilitas wisata lainnya. Pulau tersebut menjadi tempat usaha ayahnya. Bila diukur dari segi keuntungan, tentu ayahnya dapat dengan mudah untuk mendapatkan keuntungan yang besar, hal itu dikarenakan  wilayah Bali adalah tempat favorit wisata bagi turis dalam negeri maupun luar negeri. Dapat disimpulkan bahwa anak tersebut adalah anak seorang pengusaha kaya yang mungkin memiliki asset yang bermilyar-milyar dilihat dari kepemilikan pulau sebagai tempat usahanya Dengan keuntungan yang cukup besar dari bisnis yang dimiliki orang tuanya, tentu untuk menyekolahkan si anak ke sekolah-sekolah bertaraf internasional di dalam maupun luar negeri tidaklah menjadi masalah bagi orang tuanya. Tetapi, kenyataannya si anak disekolahkan di pesantren yang jauh dengan kemewahan seperti di sekolah-sekolah internasional yang ada.

Setelah mendengar tausiyah tersebut, maka saya menarik kesimpulan, mengapa orang tua tertarik dengan pesantren?. Hal itu dikarenakan pesantren adalah sebuah  tempat pembinaan yang baik untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab dan kejujuran serta yang tidak kalah pentingnya ketauhidan kepada Allah SWT.

Dengan jadwal kegiatan pesantren yang telah terjadwal dengan baik dari sejak kapan waktunya bangun tidur hingga kapan waktunya harus tidur kembali, jam berapa harus makan pagi, siang dan malam, jam berapa harus mengadakan kegiatan belajar bersama, berolah raga dan beberapa kegiatan lain menjadi salah satu bagian dalam pembentukan kedisiplinan pada santrinya. Sehingga setelah tamat dari pesantren, biasanya kebiasaan-kebiasaan tersebut akan membekas pada kehidupannya di luar pesantren. Selain itu dengan kondisi tempat tidur yang digabungkan dengan beberapa santri yang lain menjadi tantangan santri untuk dapat menjaga perlengkapannya agar tidak hilang atau tertukar dengan santri lainnya, kemampuan untuk menjaga barang-barang teman sekamar dengan tidak mencuri ketika dalam kekurangan dan berbagi ketika teman dalam kesulitan. Tidak hanya itu, kondisi berjauhan dengan orang tua menjadi salah satu tantang lain, pengontrolan keuanganpun tentunya tidak langsung dilakukan oleh orang tua, bila ingin melakukan kebohongan dengan merekayasa kebutuhan tentu sangat mudah, karena jauhnya jarak  dengan orang tua, namun dengan penanaman nilai keislaman oleh guru-guru pada pesantren secara terus menurus dari bangun tidur hingga tidur kembali akan menjadi benteng untuk melakukan perbuatan yang kurang baik, selain itu biasanya orang tua akan memberikan uang saku dalam jangka waktu satu bulan, dengan uang tersebut harus cukup hingga awal bulan selanjutnya. Untuk itu harus pintar-pintar dalam mengatur pemakaian uang.

Dilihat dari segi dunia usaha, ternyata dari hasil survey yang berasal dari buku Stephen R Covey The 8th Habit: Melampaui Efektifitas dan Menggapai Keagungan, beberapa penguasaha dunia dapat berhasil karena memegang teguh prinsip hidup jujur, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan bisnisnya. Dengan kejujuran kualitas mutu dari produk akan selalu terjaga, dengan kedisiplinan, waktu pengerjaan, target yang ditentukan akan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dan dengan tanggung jawab, bisnis yang dijalankan tidak hanya untuk mengejar untung semata tetapi bagaimana dapat mengjaga lingkungan menjadi salaha satu kecintaan masyarakat pada usaha yang dijalankan oleh pengsaha tersebut.

Dari kesimpulan yang saya ambil inilah mungkin menjadi alasan mengapa orang tua anak tersebut mau memasukkan anaknya ke pesantren bukan d sekolah-sekolah internasional.

Bapak dan ibu tentu tidak mudah untuk dapat memasukkan anaknya ke pesantren,  selain faktor keraguan pada sistem pendidikan yang diterapkan oleh pesantren, tidak inginnya berpisah dengan anak menjadi salah satu alasan kuat keengganan memasukkan anaknya ke pesanren. Untuk alasan pertama, dapat mengaca pada santriwati yang diperkenalkan oleh ustadz Yusuf Mansyur, Bila ibu atau bapak masih ragu dengan arah pendidikannya, sekarang banyak bermunculan pesantren-pesantren yang telah mentransformasi diri menuju lebih baik, dengan mengembangkan teknologi di pesantren, selain itu pembinaan  dalam penanaman nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab dan kejujuran serta yang tidak kalah pentingnya ketauhidan kepada Allah SWT merupakan bagian penting arah pembentukan kepribadian anak. Hal itu dikarenakan, merosotnya budi pekerti generasi bangsa pada saat ini, untuk apa jauh-jauh sekolah sampai ke luar negeri, atau bertitel hingga S1, S2, S3 hingga ketingkat Profesor jika si anak pada saat dewasa nanti tidak memiliki nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab dan kejujuran serta ketauhidan kepada Allah SWT. Dengan nilai-nilai tersebut merupakan alasan kesuksesan beberapa pengusaha dunia dalam mempertahan dan mengembangkan usahanya.  Apabila ibu atau bapak sudah memiliki usaha sendiri tentu tidak perlu lagi bingung-bingung untuk mencari pekerjaan bagi si anak, arahkan saja untuk dapat menjalankan bisnis yang ada dengan menanamkan nilai-nilai tersebut.

Untuk alasan yang kedua sekarang telah muncul beberapa sekolah yang menawarkan asrama (semi pesantren) setiap siswa bisa pulang seminggu sekali dan biasanya ada di tengah-tengah kota, bukan seperti pesantren yang berada di pinggir kota dan terkadang berada di tenga-tengah hutan jauh dari perkampungan.

Semoga dengan sedikit inspirasi dari tausiyah yang disampaikan oleh ustadz Yusuf Mansyur menjadi salah satu pertimbangn ibu bapak dalam memandang pesantren atau sekolah berasrama.

 
We have 10 guests online

Parent Articles

Istighfar dan Taubat sebagai pembuka pintu rizki Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian ... READMORE

More in: Orang Tua

Teacher Articles

Created By. Mukarrom, M.Pd.I Seperti biasanya, setiap subuh selalu ada tausiyah agama yang disampaikan oleh ustadz-ustadz di sebuah stasiun televisi swasta, ... READMORE

More in: Guru

Extrakurikuler

Setelah mengikuti English Spelling Contest di IGM, kali ini siswa siswi SDIT Alfurqon ikutan English Written Competition yang diadakan oleh ... READMORE

More in: Extrakurikuler