Kurs Valuta Asing
Statistics
Members : 5Content : 335
Web Links : 140
Content View Hits : 801643
| KARAKTERISTIK BELAJAR SISWA |
|
|
| Guru |
| Saturday, 13 August 2005 07:00 |
|
KARAKTERISTIK BELAJAR SISWA
 Oleh Agus Priyatmono,S.Pd *)
Seorang guru dituntut memiliki minimal dua kompetensi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Kompetensi tersebut adalah kompetensi yang bersifat administrasi dan non administrasi. Kompetensi yang bersifat administrasi digunakan untuk kontrol dalam proses pembelajaran, membantu guru pengganti dan menambah nilai angka kredit. Sedangkan kompetensi yang bersifat non administrasi sebenarnya yang lebih penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan lebih dominan. Di antaranya adalah keterampilan mengetahui karakteristik belajar siswa. Memang dalam sistem pembelajaran ada program remidial dan pengayaan untuk perbaikan dan peningkatan prestasi siswa. Namun program tersebut tidak akan berjalan lancar bila hanya semata-mata menjalankan program saja tanpa melihat keheterogenan siswa.
Terkadang guru sering salah paham dengan siswa berkenaan dengan gaya belajar mereka. Seorang guru terkadang marah bila ada seorang siswa yang kurang memperhatikan pelajaran yang sedang disampaikan. Atau guru dengan mudahnya memvonis seseorang siswa itu pandai atau “bodohâ€Â. Atau siswa itu rajin atau “malas†dalam belajarnya. Barangkali itu terjadi karena ketidaktahuan guru dengan keheterogenan dari karakteristik belajar siswa. Barangkali kita kenal dengan Albert Einstein, ia dicap oleh gurunya sebagai siswa yang idiot ternyata bersamaan waktu berjalan beliau tercatat dalam sejarah sebagai seorangan fisikawan terbesar abad 20 .Dalam buku Quantum Learning atau Quantum Teaching (diterjemahkan oleh Penerbit Kaifa Bandung) dijelaskan tentang karakteristik belajar seseorang atau gaya belajar seseorang. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa siswa memiliki tiga tipe belajar atau kombinasi dari ketiganya yaitu tipe visual, tipe auditorial dan kinestetik. Ketiga tipe ini memiliki ciri khas dan penanganan khusus pula.
Gaya belajar tipe visual adalah gaya belajar yang dominan mengandalkan visual. Ia memiliki ciri seperti : ·         Berbicara dengan cepatÂÂ
·         Pengeja yang baikÂÂ
·         Teliti terhadap yang detailÂÂ
·         Pembaca cepat dan tekun, lebih suka membaca ketimbang dibacakanÂÂ
·         Mengingat apa yang dilihat daripada yang didengarÂÂ
·         Pelupa dalam menyampaikan pesan verbalÂÂ
·         Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkatÂÂ
·         Senang terhadap seni daripada musikÂÂ
·         Sukar atau tidak pandai memilih kata-kata ketika berbicaraÂÂ
·         Senang memperhatikan melalui demonstrasi daripada ceramah.ÂÂ
·         Pembawaannya rapi dan teratur.ÂÂ
·         Suka mengantuk bila mendengarkan penjelasan yang panjang lebarÂÂ
Penanganan belajarnya adalah dengan dibantu kombinasi peraga visual, gambar atau simbol-simbol.
Gaya belajar tipe auditorial adalah gaya belajar yang dominan mengandalkan auditorial atau pendengaran. Ia memiliki ciri seperti : ·         Berbicara dengan diri sendiri (Jw : gremengan) saat bekerja atau belajarÂÂ
·         Menggerakkan bibir mereka ketika membaca dan mendengarkan.ÂÂ
·         Pandai dalam menyampaikan pesan verbalÂÂ
·         Dapat mengulangi dan meniru nada, birama atau warna suara tertentu ketika bercerita.ÂÂ
·         Memiliki kesulitan ketika menulis tapi pandai bercerita dan fasih ketika berbicaraÂÂ
·         Senang berdiskusi, berbicara dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebarÂÂ
·         Lebih senang musik dari pada seni yang melibatkan visualÂÂ
Penanganan belajarnya adalah sering diajak diskusi atau menyampaikan sesuatu atau pendapatnya mengenai pelajaran.
Gaya belajar tipe kinestetik adalah gaya belajar yang dominan praktek atau eksperimen atau yang dapat diujicoba sendiri. Ia memiliki ciri seperti : ·         Berbicaranya dengan perlahan dan cermatÂÂ
·         Ketika berbicara dengan seseorang biasanya ia menyentuh atau memegang orang yang diajak berbicara atau tangannya sibuk dengan memainkan sesuatu umpama pena.ÂÂ
·         Berorientasi pada fisik dan banyak gerakÂÂ
·         Mengahafal sambil berjalan dan melihatÂÂ
·         Belajar melalui manipulasi atau praktikÂÂ
·         Senang berkreasiÂÂ
·         Banyak menggunakan isyarat tubuhÂÂ
·         Tidak dapat duduk diam dalam waktu yang lamaÂÂ
·         Kemungkinan besar tulisannya jelekÂÂ
·         Tertantang dengan suatu aktivitas yang menyibukkan dan selalu ingin mencoba atau bereksperimen sendiri.ÂÂ
·         Senang dengan aktivitas fisik, olahraga atau kerja praktikÂÂ
Penanganan belajarnya adalah sering dibantu dengan melibatkan mereka dalam belajar secara langsung atau praktik. Khusus untuk tipe ini biasanya prestasi mereka di bawah rerata dan kompensasinya biasanya mereka agak sedikit sebagai “pembuat keributan†tetapi mereka menonjol di bidang seni/art, olahraga atau ketrampilan.
Dengan mengetahui karakteristik belajar siswa ini guru akan dapat memberikan bekal kepada siswanya untuk dapat menghadapi perubahan cara atau pola belajar di tiap jenjang pendidikan. Siswa tidak akan mengalami shock study terhadap perubahan pola pembelajaran tersebut. Dan yang jelas dapat menangani keheterogenan cara belajar siswa. *)Kepala Sekolah Islam Terpadu Al Furqon Palembang; pernah dimuat di majalah pendidikan Dinas Pendidikan Kota Jogjakarta "TERATAI" no.8 edisi II tahun 2002 dan diedit ulang. |
| Last Updated on Tuesday, 21 March 2006 19:56 |


