Album TKIT

Album SDIT

Stories

Do'a dan Semangat Melawan Leukemia

Do'a dan Semangat Melawan Leukemia “Valyas Muxalminan Ni’am Aqsha Yaritsuna Ahmada” adalah nama lengkapku, panggil saja aku Aqsha. Aku lahir di Bandar Lampung 11  Oktober 1999, di bulan Oktober nanti ak... READMORE

More in: Cerita

Kalender Pendidikan

Kalender Akademik SIT Al-Furqon 2010/201

PGIT / TKIT Juli 2010 12 - 30: Masa Orientasi Siswa Agustus 2010 6  : Gardening 17 : Libur HUT RI 16 - 31: Sanlat dan Silaturahmi Idul Fitri September 2010 1 - 9  : Libur Akhir Puasa 10 ... READMORE

More in: Kalender Pendidikan

Kurs Valuta Asing

Konversi 

ke

  

Statistics

Members : 5
Content : 334
Web Links : 140
Content View Hits : 799321
NILAI SEBUAH PENGHARGAAN Print E-mail
Orang Tua
Written by Agus Priyatmono,S.Pd   
Saturday, 13 August 2005 18:21

 

NILAI SEBUAH PENGHARGAAN 
Oleh : Agus Priyatmono,S.Pd  *)  

Ada sebuah kasus, seorang anak (anggap saja Ari) siswa yang pandai. Ketika mendapat tugas rumah menggambar, ia dengan mudah menyelesaikannya apalagi  mempunyai fasilitas yang cukup. Sementara anak lain (anggap saja Ira) siswa yang cukupan dari segi kepandaian. Ketika ia mendapat tugas yang sama ia tidak memiliki kertas gambar dan peralatan gambar. Kemudian ia berusaha mendapatkan kertas itu dengan minta pada temannya dan juga meminjam alat gambar. Ada banyak perlakuan temannya terhadap Ira. Barangkali ketika ia minta kertas, mungkin temannya berkata, Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  “ huh minta…, beli dong…” sambil pasang muka yang agak kecut. Atau ada yang berkata, “tiap hari minjam….berusaha punya dong” atau bahkan ada yang berkata agak menghunjam perasaan, “huh..kere (jawa : miskin) amat sih”. Kemungkinan usahanya berhasil juga untuk mendapatkan kertas  dan alat gambar. Setelah menyelesaikan iapun mengumpulkan tugasnya begitu juga Ari. Tetapi kenyataan di kelas apa yang terjadi ? Ketika tugas dikumpulkan, setiap tugas mendapat tanggapan dari sang guru. Giliran tugas milik Ira ternyata mendapat tanggapan khusus, barangkali ,” gambar siapa ini, kok kurang ini kurang itu” , kemudian teman yang lain langsung tertawa. Â  Bagaimana perasaan Ira ? setelah usahanya dilakukan dengan berbagai halangan dan rintangan ternyata usahanya tetap sia-sia. Hilanglah kepercayaan dirinya. Yah itulah contoh fiktif yang terjadi. Barangkali contoh sebenarnya banyak ragamnya. 
 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Dalam proses kegiatan belajar mengajar kita mengenal istilah “reward dan punishment” atau lebih dikenal dengan penghargaan dan sanksi/ hukuman. Terkadang guru miskin sekali dengan pemberian penghargaan terhadap siswa dan sangat pandai dalam memberikan sanksi atau lebih sederhananya celaan terhadap karya siswa. Ada saja bentuk punishment mulai dari isyarat mata, gerak tubuh bahkan dilengkapi dengan kata-kata yang sederhana tapi cukup untuk mematikan optimisme siswa. Contoh ketika Bani salah dalam mengerjakan tugas berhitung kemudian sang guru dengan pandangan mata agak tajam dan diikuti dengan gelengan kepala tanpa kata-kata. Apa yang ditangkap oleh Bani dari bahasa isyarat tersebut ? barangkali diterjemahkan, ya.. salah lagi atau wah saya ini goblik (jawa : bodoh) banget nih atau waduh pasti dimarahi lagi. Atau interpretasi lainnya yang menambah pesimis si Bani. 
 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Baiklah mari kita tinggalkan bentuk-bentuk punishment dan kita pelajari bersama bentuk-bentuk reward/penghargaan untuk siswa. Secara psikologis, siswa amat termotivasi untuk menyenangi suatu pelajaran dan yang mengajar bila guru pandai memenej penghargaan/reward. Sekalipun pelajaran yang ditakuti siswa seperti matematika, fisika, kimia. Penghargaan itu tidak mesti berupa barang atau hadiah benda. Tetapi bisa berupa bahasa isyarat, gerak tubuh, kata-kata atau bentuk perlakuan khusus. Tidak hanya siswa, setiap orang pasti senang bila diakui hasil karyanya. Bentuk pengakuan atau penghargaan itu akan membuat bangga, percaya diri, bahagia dan tidak kalah penting adalah optimisme untuk terus maju. 
 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Contoh bentuk penghargaan terhadap siswa dan ini perlu dikembangkan lagi.
1. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Bahasa isyarat dan gerakan tubuh : 
a. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Senyum diiringi dengan anggukan kepala. 
b. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Acungan jempol sang guru, bila perlu dua jempol kepada sang siswa. 
c. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Memberi salaman dan ucapan selamat yang hangat kepada siswa. 
d. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Menepuk bahu sang anak sambil memuji. 
e. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Memegang tangan sang anak sambil diangkat dan berkata “yes” atau “good” atau “all right” atau “excelent” atau “ You are the best”. 
f. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Mengarahkan  telunjuk kepada sang anak dengan memberi pujian seperti di atas dan lain-lain. Â 

2. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Kata – kata : 

 a. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Ketika sang anak memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki, cukup dikatakan : “ ada yang lebih tepat lagi ?” atau “hampir benar” atau “sudah menyenggol sedikit” atau “ aduh… sedikit lagi” atau sejenisnya. 

 b. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Ketika sang anak belum bisa menjawab dengan sempurna barangkali kita beri semangat tertentu seperti “syukurlah kamu semakin mahir”, “kemungkinan kamu lupa apa yang kamu baca”, “coba ingat lagi”, “kamu pasti bisa” , “Rian pasti oke deh” atau sejenisnya. 

 c. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Atau kita memberikan joke seperti pada iklan kepada sang anak ketika kita akan memberikan soal yang agak sulit seperti “ayo kamu pasti bisa”, “ini dulu baru itu” , “ kemudahan setia setiap saat” dan lain-lain. 

 d. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Pujian yang layak bahkan agak dibuat berlebih sedikit bagi yang memang jawaban soal benar atau sempurna dan dengan gaya agak kocakpun tidak apa-apa sebagai contoh  â€œwah… hebat seka…li” , “alhamdulillah jawaban yang sempurna”, “masya Allah, ternyata engkau lebih pintar dari yang ibu duga” dan sebagainya. 

 Permainan kata-kata dalam rangka memberikan penghargaan kepada siswa tidak hanya menumbuhkan opetimisme dan percaya diri pada anak tetapi mendatangkan keakraban dan kecairan suasana dalam kelas.

 3. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Perlakuan khusus lainnya : 

 a. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Membuat tulisan yel-yel tertentu untuk kelas seperti : kelas 3 A memang oke…, Kelas 5 C Huebat banget, dan lainnya. 

 b. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Membuat tulisan atau poster yang meriah seperti Selamat menempuh ujian : Kami selalu menyertai, Kelasku Kelas Elit dan sebagainya. 

 c. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Memberikan sebutan pada kelompok siswa atau baris bangku siswa seperti kelompok A diberi julukan kelompok Cah (jawa : bocah, anak) Apik, kel. B kelompok Cah Bagus, dan sebagainya. 

 d. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Memberikan kejutan pada siswa yang dapat prestasi terbaik atau acak kepada siswa berupa hadiah, makanan, stiker atau yang lainnya. 

 e. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Meminta kepada para siswa untuk bersama-sama memberikan pujian khusus kepada siswa yang dapat menyelesaikan tugas dengan baik. 

 f. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Memberikan gelar-gelar yang baik kepada para siswa. 

 g. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Bersama-sama siswa diajak mengucapkan yel tertentu yang membangkitkan semangat dengan cara bergelombang. 

 h. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Menyuruh siswa atau kelompok siswa untuk membuat yel tertentu yang harus diucapkan ketika anggota kelompoknya mendapatkan prestasi yang baik atau dapat menyelesaikan tugas dengan baik. 

 i. Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Dan banyak lagi, sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas guru dalam hal ini. 

 

 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Perlakuan khusus ini dapat menumbuhkan persaingan positif pada antar siswa dan menumbuhkan keakraban serta optimisme tiap individu siswa Â Ã‚  Kalau dilihat secara unsur formalitas, memang bentuk – bentuk ini tidak umum dan terkesan seperti dolanan (jawa : main-main). Tetapi bila keumuman itu tidak membawa perubahan dan justru kekakuan yang ada maka mengapa tidak hal seperti ini dilakukan. Alangkah senangnya bila kita melihat suasana kelas setiap hari ceria, semua siswa belajar dengan penuh antusias dan optimis tanpa melihat pelajaran matematika, IPA atau KTK atau lainnya.

*)Kepala Sekolah islam Terpadu Al  Furqon Palembang; pernah dimuat di majalah pendidikan Dinas Pendidikan Kota Jogjakarta "TERATAI" no.9 edisi III tahun 2003.

Last Updated on Friday, 11 January 2008 18:58
 
We have 5 guests online

Parent Articles

Istighfar dan Taubat sebagai pembuka pintu rizki Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian ... READMORE

More in: Orang Tua

Teacher Articles

Created By. Mukarrom, M.Pd.I Seperti biasanya, setiap subuh selalu ada tausiyah agama yang disampaikan oleh ustadz-ustadz di sebuah stasiun televisi swasta, ... READMORE

More in: Guru

Extrakurikuler

Setelah mengikuti English Spelling Contest di IGM, kali ini siswa siswi SDIT Alfurqon ikutan English Written Competition yang diadakan oleh ... READMORE

More in: Extrakurikuler